Senin, 21 September 2026

Ekonomi - Petani Tembakau

 






































No.ReferensiRelevansi untuk penelitian
1Hasan, F. & Darwanto, D. H. (2013). “Prospek dan Tantangan Usahatani Tembakau Madura.” SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 10(1).Sangat relevan untuk menjelaskan posisi petani Madura, sistem pemasaran, produktivitas, pendapatan, dan bargaining position. Penulis juga mengusulkan diversifikasi produk dan penguatan kelembagaan. (Jurnal UNS)
2Nurfadilla, S. (2025). “Geostrategi Pertanian Tembakau di Madura: Dinamika Kualitas Tembakau dan Akses Ekonomi.” Maliki Interdisciplinary Journal, 3(5), 1848–1855.Sangat relevan untuk variabel akses pasar, akses modal, informasi, kualitas tembakau, dan posisi tawar petani. Studi menemukan bahwa perdagangan yang dikontrol tengkulak dapat melemahkan bargaining position petani. (Jurnal Penelitian Sarjana)
3Nur, Y. H. & Salim, Z. (2014). “Daya Saing Tembakau Virginia Lokal: Analisis Rantai Nilai.” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 22(1), 15–24.Salah satu referensi paling penting secara metodologis karena secara eksplisit menggunakan Value Chain Analysis (VCA) untuk melihat keterkaitan dalam rantai tembakau Indonesia. (Ejournal BRIN)
4Syaiful, S., Kasanova, R. & Hasaniyah, A. (2019). “Pengaruh Tata Niaga Tembakau dan Alternatif Pengganti Tembakau bagi Petani di Pamekasan.” KABILAH: Journal of Social Community, 4(1).Relevan untuk membahas tata niaga, harga, monopoli/perantara, posisi tawar petani, dan ketergantungan ekonomi petani tembakau di Pamekasan. (E-Journal Kopertais IV)
5Fajar, A. & Maulidah, S. (2021). “Fluktuasi Harga dan Kesejahteraan Petani Tembakau Madura.” JURNAL SOSIAL, 22(1).Penting untuk bagian kesejahteraan komunitas, khususnya hubungan antara fluktuasi harga tembakau dan ketidakpastian ekonomi petani Madura. (Sosial Unmer Madiun)
6Dwi, M. & Mulyono, I. (2023). “Analisis Nilai Tambah Tembakau Maesan I (Nicotiana tabacum L.) di Desa Pekalangan Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.” FORAGRI, 3(2), 64–71.Berguna untuk metode analisis nilai tambah, karena penelitian menghitung pendapatan, nilai tambah per kg, dan rasio nilai tambah pada usaha tembakau. (Jurnal Universitas Bondowoso)
7Prowse, M. & Moyer-Lee, J. (2014). “A Comparative Value Chain Analysis of Smallholder Burley Tobacco Production in Malawi – 2003/4 and 2009/10.” Journal of Agrarian Change, 14(3), 323–346.Sangat bagus sebagai pembanding internasional mengenai petani kecil, struktur pasar, pedagang, kontrak, regulasi, dan perubahan distribusi manfaat dalam rantai tembakau. (Wiley Online Library)
8Gereffi, G., Humphrey, J. & Sturgeon, T. (2005). “The Governance of Global Value Chains.” Review of International Political Economy, 12(1), 78–104.Referensi teori penting untuk menjelaskan siapa yang memiliki kekuasaan dalam rantai nilai, bagaimana transaksi dikendalikan, dan bagaimana posisi tawar antaraktor terbentuk. (Taylor & Francis Online)
9Humphrey, J. & Schmitz, H. (2002). “How Does Insertion in Global Value Chains Affect Upgrading in Industrial Clusters?” Regional Studies, 36(9), 1017–1027.Sangat relevan dengan konsep hilirisasi lokal/upgrading: apakah masuknya pelaku lokal ke tahapan pengolahan dan pemasaran memungkinkan peningkatan kemampuan dan nilai yang tertahan di daerah. (DOI)
10Suwanmaneepong, S. et al. (2024). “Participatory Value Chain Development: Insights from Community-Based Enterprise in Rural Thailand.”Relevan untuk menghubungkan value chain dengan ekonomi komunitas, terutama kolaborasi stakeholder, penciptaan nilai, inklusi komunitas, keberlanjutan, dan pengembangan usaha berbasis komunitas. (DOI)

NoArtikelFokus UtamaRelevansi untuk Penelitian Anda
1Gibson-Graham, J.K. (2005). “Surplus Possibilities: Postdevelopment and Community Economies.” Singapore Journal of Tropical Geography, 26(1), 4–26.Community economies, surplus, alternatif ekonomiLandasan teoritis untuk melihat ekonomi tidak hanya dari profit tetapi dari bagaimana surplus ekonomi digunakan dan didistribusikan. (Wiley Online Library)
2Gibson-Graham, J.K. (2008). “Diverse Economies: Performative Practices for ‘Other Worlds’.” Progress in Human Geography, 32(5), 613–632.Diverse economies dan praktik ekonomi alternatifMembantu menjelaskan bahwa ekonomi komunitas terdiri dari berbagai bentuk aktivitas ekonomi yang sering tidak terlihat dalam statistik ekonomi mainstream. (Sage Journals)
3Jamal, A.C. & Gordon, R. (2024). “Grappling with Governance: Emerging Approaches to Build Community Economies.” Journal of Rural Studies, 107, 103242.Tata kelola ekonomi komunitasSangat relevan untuk menganalisis institusi, governance, kolaborasi, dan peran masyarakat dalam membangun ekonomi lokal. (ScienceDirect)
4Jamal, A. & Scholten, J. (2025). “Deployment and Development of Community Wealth Building in Canadian Mid-sized Cities.” Community Development Journal, 60(3), 470–488.Community Wealth BuildingRelevan untuk konsep agar kekayaan yang dihasilkan di suatu wilayah tetap berputar dan memberi manfaat bagi komunitas lokal. (OUP Academic)
5Dennis, J. & Stanley, L. (2023). “The De-globalisation of Capital? The Political Economy of Community Wealth Building.” New Political Economy, 28(?) , 677–692.Distribusi dan sirkulasi kekayaan lokalSangat berguna untuk konsep value capture dan bagaimana nilai ekonomi dapat dipertahankan di dalam komunitas. (Taylor & Francis Online)
6Sarjiyanto, S., Sarwoto, S., Badaruddin, R.F. & Samsurijan, M.S. (2023). “Social Capital and Local Economic Development: The Key to Success and Sustainability of LED in Developing Countries.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 10(5).Modal sosial dan pembangunan ekonomi lokalSangat relevan untuk menghubungkan kepercayaan, jaringan sosial, kerja sama, pemberdayaan, dan pembangunan ekonomi komunitas. (Ijmmu)
7Suwanmaneepong et al. (2024). “Participatory Value Chain Development: Insights from Community-Based Enterprise in Rural Thailand.”Value chain partisipatif dan community enterpriseRelevan langsung dengan analisis Anda tentang rantai nilai, penciptaan nilai, partisipasi masyarakat, dan distribusi manfaat.
8“Local Incentive Structures and the Constitution of Community-Based Enterprises in the Forest.” World Development Perspectives, 20, 100243 (2020).Community-based enterprise dan institusi lokalMenunjukkan hubungan antara komunitas, usaha berbasis komunitas, dan dukungan negara dalam keberlangsungan ekonomi lokal. (ScienceDirect)
9Nanda et al. (2025). “Social Innovation and Sustainable Value Creation: Lessons from Indonesia’s Community-Based Enterprises.” Information Management and Business Review, 17(4), 260–271.Inovasi sosial dan penciptaan nilaiSangat relevan karena mengambil kasus community-based enterprises di Indonesia dan menghubungkan inovasi sosial dengan penciptaan nilai berkelanjutan. (AMH International)
10“Impact Creation Approaches of Community-Based Enterprises: A Configurational Analysis of Enabling Conditions.” Journal of Business Venturing, 39(6), 106420 (2024).Kondisi yang memungkinkan CBE menghasilkan dampakBerguna untuk menganalisis mengapa sebagian usaha berbasis komunitas mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Penelitian menggunakan data dari 77 community-based enterprises. (ScienceDirect)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemrograman Web - Studi Kasus SMK Nusantara

https://chatgpt.com/c/6aea9026-edf8-83ec-8e9c-cfc9694e070a Materi Database PRD Aplikasi  Homepage PPDB Online. Registrasi dan login calon si...